SPs~UMSU || Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (SPs UMSU) bekerja sama dengan ADA Research Center sukses menyelenggarakan International Conference on Technology, Economics, and Social Science (ICTESS) 2025. Konferensi internasional ini digelar secara hybrid berpusat di Auditorium Kampus Jl. Denai No.217, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, pada Sabtu (10/1).
Konferensi ICTESS 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, dia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia akademik akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Kemajuan teknologi informasi begitu dahsyat. Banyak bidang ilmu diprediksi akan tergeser oleh AI jika tidak mampu beradaptasi. Karena itu, integrasi teknologi, ekonomi, dan ilmu sosial menjadi sebuah keniscayaan,” ungkap Prof. Arifin.
Dia juga mengingatkan pentingnya etika dalam pemanfaatan teknologi agar kemajuan digital tidak justru membawa dampak negatif.
“Tanpa etika, teknologi bisa menggiling manusia. Kita harus menyeimbangkan inovasi dengan nilai moral, religi, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Kemudian, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UMSU, Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya International Conference on Technology, Economics, and Social Science (ICTESS) 2025 hasil kolaborasi UMSU dan ADA Research Center.
“Konferensi internasional ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tradisi akademik dan riset di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, sekaligus membuka ruang kolaborasi ilmiah yang lebih luas,” ujar Adi Mansar.
Sementara itu, Direktur ADA Research Center, Dr. Suginam.,SE.,M.Ak, dalam sambutannya menekankan bahwa inovasi tidak cukup hanya menghadirkan hal baru, tetapi harus memberikan dampak nyata.
“Inovasi bukan hanya tentang kebaruan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Indonesia,” tegasnya.
Dr. Suginam juga berharap ICTESS dapat menjadi agenda rutin tahunan, “Insyaallah, konferensi ini akan terus dilaksanakan setiap bulan Desember sebagai bentuk komitmen kami dalam pengembangan riset dan kolaborasi akademik,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia ICTESS 2025, Dr. Hazmanan Khair, MBA., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi akademik lintas negara.
“Berbagai negara yang hadir, hal ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional serta mendorong riset yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Hazmanan.
Dia juga menegaskan bahwa ICTES 2025 tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga wadah lahirnya kolaborasi riset yang berkelanjutan.
ICTES 2025 menghadirkan sejumlah keynote speaker internasional, di antaranya Prof. Dr. Bambang Pamungkas, MBA dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Bogor, Prof. Ts. Dr. Sobihatun Nur Abdul Salam dari Universiti Utara Malaysia, serta pembicara dari China dan Brunei Darussalam.
Selain sesi ilmiah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Sekolah Pascasarjana UMSU dan ADA Research Center sebagai langkah konkret memperkuat kerja sama riset dan pengembangan akademik.
Melalui ICTESS 2025, Pascasarjana UMSU dan seluruh mitra berharap dapat melahirkan gagasan, riset, dan kebijakan yang mampu menjawab tantangan global serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di era teknologi cerdas.(*)





