SPs UMSU || Guna mendongkrak kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkokoh integritas akademik, Program Doktor Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar workshop bertajuk “Dinamika Proses Editorial dan Etika Publikasi Pada Jurnal Bereputasi Internasional”.
Acara yang berlangsung di Aula Sekolah Pascasarjana UMSU, Jalan Denai No. 217, Medan, ini diselenggarakan pada Kamis (21/5). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara berbagai elemen di UMSU, yakni Program Doktor Hukum, Program Magister Ilmu Hukum, Program Kenotariatan Sekolah Pascasarjana, serta Fakultas Hukum UMSU.
Bedah Tantangan Proses Editorial
Workshop ini dihadiri oleh jajaran pimpinan akademis UMSU, di antaranya:
- Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar, S.H, M.Hum (Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UMSU)
- Prof. Dr. Ida Hanifah, S.H, M.H (Sekretaris Prodi Doktor Hukum)
- Assoc. Prof. Ida Nadirah, S.H, M.H (Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum)
- Dr. Onny Medaline, S.H, M.Kn (Sekretaris Prodi Magister Kenotariatan)
- Dr. Ismail Koto, S.H, M.H (Kepala LAB Hukum FH UMSU)
Untuk mengupas tuntas materi, UMSU menghadirkan **Prof. Dr. Hariyanto, M.Hum, M.Pd**, yang merupakan Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) sekaligus *Editor-in-Chief* (EIC) *Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi*.
Dalam paparannya, Prof. Hariyanto menyoroti berbagai dinamika proses editorial yang kerap menjadi batu sandungan bagi para akademisi. Menurutnya, ketatnya standar seleksi jurnal internasional, proses revisi yang berulang, hingga lamanya waktu penelaahan (*review*) sering kali menguji kesabaran penulis.
“Pemahaman mendalam terhadap karakteristik jurnal yang dituju serta keandalan dalam merespons masukan dari mitra bestari (reviewer) menjadi kunci utama untuk memperbesar peluang artikel ilmiah dapat diterima dan diterbitkan,” ujar Prof. Hariyanto.
Etika Publikasi Sebagai Fondasi Utama
Selain teknis penulisan dan editorial, workshop ini juga menekankan pentingnya menjaga integritas lewat etika publikasi. Forum ini menjadi wadah edukasi krusial bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa agar terhindar dari pelanggaran akademik.
Di akhir sesi, Prof. Hariyanto mengingatkan para peserta mengenai rambu-rambu penting dalam dunia publikasi global. Materi yang dibahas mencakup bahaya plagiarisme, self-plagiarism, fabrikasi dan falsifikasi data, konflik kepentingan, masalah kepengarangan (authorship), hingga ketepatan dalam sitasi ilmiah.
Integritas akademik ditegaskan harus tetap menjadi kompas utama dalam setiap tahapan penelitian demi menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya diakui dunia, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. (*)

